Trend Odong-odong di sidoarjo

kemaren sore sepulangnya saya bekerja… seperti biasa saya membersihkan diri kemudian membuka Kompie dan seperti biasa pula keponakan saya yang bernama dani pun langsung ikut memelototin layar kompi saya dan minta dibukakan gambar Greng2 (baca:mobil)… wah repotnya bukan main padahal saat itu saya harus segera mengirimkan progres report operasional siaran tempat saya bekerja kepada seorang teman untuk dijadikan bahan pembanding kinerja radionya… saat repot2nya membukakan folder Gremg2 tadi tiba2 Ibunya si dani ini yang kebetulan adik saya bilang klo nanti ada Odhong2 tolong dipanggil… karena biasanya pada sore hari bapak tukang odhong2 itu akan lewat depan rumah kami… dan akhirnya kebeneran deh… 5menit kemudian si odhong2 pun muncul dengan lagu2 anak2 yang heboh… ternyata odhong2 ini sudah ada di sidoarjo… kata mas prapto tukang odhong2 langganan si dani…. odhong2 kali pertama datang dari tulungagung… trus berkembang ke berbagai kota…. klo dilihat dengan seksama odhong2 ini sperti komidi putar portable / mobile… ada kuda2an, sepedamotor dll yang ditata sedemikian rupa diatas becak yang sudah dimodifikasi…. harga per unitnya jika baru sekitar 2-3juta sedangkan yang 2nd/bekas 1-1.5jt… waktu ditanya tentang pendapat sehari wah ternyata lumayan juga satu shift aja jam 7-11 pagi bisa sekitar 40-50rb rupiah…. pak prapto biasa narik odhong2 2x sehari pagi dan sore…

nah di sidoarjo saat ini sedang demam odhong2…🙂 pak prapto sendiri awalnya penjual martabak di Pondok Jati namun akhirnya banting stir jadi “pilot” odhong2… dengan flight area Pondok jati dan sekitarnya…🙂 dan sepertinya odhong2 ini menjadi altrnatif hiburan bagi balita2 di sidoarjo saat ini… apalagi pas susah untuk makan sore… nah dengan odhong2 ini menyuapi balita kita relatif lebih mudah terbukti sore tadi si dani

dengan mudahnya menghabiskan nasi tim + wortelnya sembari naik odhong2🙂 ohya tarfnya lumaya murah dengan ukuran 3 lagu anak2 yang per lagu durasinya rata 3mnit tiap customer ditarik biasa 1000 rupiah …pada awalnya pak prapto menyewa odhong2 dengan system bagi hasil… tapi sekarang sdh punya sendiri walau odhong2 bekas… ” pokoknya nggak bekas tabrakan karo sepur mas… ” gitu katanya….sore itu si dani menghabiskan 3ribu rupiah… yang artinya naik odhong2 selama lebih kurang 10menit… makan sore sukses… pak prapto pun tersenyum… dan saya tidak terganggu saat berkirim imel sore itu…🙂 sore yang menyenangkan… hehehehehee… sekian dulu cerita saya soal odhong2 yang sedang trend dikalangan Balita Sidoarjo…

~ by sidoarjosaiki on October 22, 2008.

One Response to “Trend Odong-odong di sidoarjo”

  1. mungkin ondong-ondong dampak dari musibah lapindo mas, mereka mata pencaharian pokoknya musnah, hangus, sirna dan hancur…… dimakan lumpur lapindo, jadi bikin usaha ondong-ondong

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: