Sejarah Warung Kupang – Suko

Beliau dulu lebih sering disapa Cak Slamet, ayahanda Nanik Sundari yang saat ini menjalankan warung

warung lontong kupang - suko saat ini
warung lontong kupang – suko saat ini

lonthong kupang – suko. Cak Slamet mengawali usahanya pada 1974 dengan berjualan keliling di Wonokromo-Surabaya. Setelah pindah tempat sampai tiga kali, Cak Slamet akhirnya menempati warung lonthong kupang yang sekarang pada 1980.

Ceritanya Warung itu dulu sepi.. Jam bukanya dari mulai pagi sampai jam 21.00 malam. Pada Tahun 1990-an keberadaan warung kupang lonthong tersebut mulai ramai sampai sekarang. Nanik Sundari sendiri mulai memegang usaha lonthong kupang ini pada tahun 1996.

mengenang saat masa lalu diceritakan untuk modal pertamanya tidak seberapa dan perolehannya hanya
Rp100.000 per hari. Namun Sekarang rata-rata tiap hari bisa dapat Rp300.000 untuk kupang. Dari es, sate kerang sekitar Rp700.000—Rp800.000. Kalau hari Sabtu-Minggu atau hari libur bisa dapat mencapai angka fantastis sekitar Rp2 juta/harinya.

Sementara untuk Biaya operasional sehari menghabiskan Rp300.000—Rp500.000. Sedangkan untuk membeli kupang mentah setelah dilepas cangkangnya sekaligus perebusan sekitar Rp2.500/taker (rantang dari seng berisi sekitar 3 kg) sebanyak 10 taker, Rp25.000.

Bahan baku kupang didatangkan dari berbagai daerah penghasil seperti Gresik, Tuban, Pasuruan, dan Madura serta sidoarjo sendiri. “Tiap hari kupangnya fresh. Hari biasa membutuhkan sekitar 30—35 taker (satu panci besar plus kuah). Kalau pas hari besar 80—90 taker.

untuk proses memasak ternyata Kupang sebanyak itu tidak dia masukkan ke panci sekaligus, tapi sebagian demi sebagian. Nah Untuk menjaga mutu agar kupang tetap segar, kupang yang ada diberi es. Ketika kupang di panci hampir habis, kupang yang diberi es dimasukkan dan cukup dimasak sebentar sekitar 10 menit siap dihidangkan.

itu cerita dari warung kupang lonthong – suko yang saya dapatkan… sayang saya tidak bisa mendapatkan foto cak slamet… baik teman pembaca mungkin cerita ini bisa dijadikan titik awal tracking sejarah dari makanan yang menurut saya sidoarjo banget ini … hehehehee…. sampai ketemu dicerita yang lainnya

* Didapat dari berbagai sumber

* by Tim Kuliner Sidoarjosaiki.wordpress.com

~ by sidoarjosaiki on October 30, 2008.

3 Responses to “Sejarah Warung Kupang – Suko”

  1. Kirim ke Riau bisa ndak? Aku udah pengen banget makan kupang ini.

  2. kalu kupangnya di kirim ke kupang-NTT bs ga?
    Kirain sejarah kota kupang yg ku bc ehh tau2 sejarah warung kupang hehe.
    Sapatau aq bs jd pengusaha warung lontong kupang kya cak slamet.

  3. Wah, trnyata warung kupang dekat rumah saya nih terkenal sampai jauh ya? Gak nyangka, padahal yg dekat gini aja belum pernah coba😄

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: