Srikandi Wanita Sidoarjo menuju pentas politik..

Teman Pembaca di sidoarjo saat ini mulai bermunculan para Srikandi wanita pada pentas perpolitikan.Di antara ribuan korban lumpur, ada dua ”srikandi” yang maju pada pencalonan anggota legislatif DPRD Sidoarjo. Mereka adalah Siti Muliana dan Mahmudatul Fatchiyah. Keduanya mengusung misi memperjuangkan warga senasib..

Yang pertama adalah Siti Muliana, 31, warga Perumahan Taman Surya, Kecamatan Wonoayu, Sidoarjo. Muliana bukan sosok asing bagi warga korban lumpur. Sebab, dia sebelumnya ngontrak di Perumahan Tanggulangin Anggun Sejahtera (TAS) I yang kini raib terendam lumpur. ”Saya ingin memperjuangkan saudara yang senasib menjadi korban lumpur,” tegasnya. Selama ini, dia dikenal sebagai pribadi yang selalu gigih memimpin kelompok warga pengontrak Perum TAS I memperjuangkan nasibnya. Yaitu, mendapatkan uang kontrak Rp 5,5 juta untuk dua tahun. Serta jatah hidup Rp 300.000 per bulan per jiwa. Karena perjuangannya itu, sebagian warga telah menerima haknya. Sebagian lainnya baru menerima janji tanpa ada bukti.Perempuan kelahiran 10 Mei 1977 tersebut mengaku bosan dengan janji yang selama ini diberikan wakil rakyat kepada masyarakat. Banyak janji yang tidak disertai bukti. ”Saya ingin memberantas itu semua. Terutama janji-janji yang diberikan kepada korban lumpur,” kata Muliana yang maju melalui Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) tersebut.

sedangkan srikandi yang kedua adalah Mahmudatul Fatchiyah, 39, warga Kelurahan Gedang, Kecamatan Porong, Sidoarjo. Perempuan yang juga mantan kepala Desa Renokenongo tersebut maju melalui Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Kesibukannya dalam organisasi Fatayat Kecamatan Porong membuat dirinya terobsesi untuk menjadi wakil rakyat di Sidoarjo.
”Setidaknya, saya ingin mengaplikasikan cita-cita saya,” katanya. Cita-cita yang dimaksud adalah menyatukan rakyat, ulama, dan pemerintah dalam membangun Sidoarjo. Menurut dia, selama ini antara rakyat dan pemerintah sering tidak sehati. ”Saya ingin kesan itu hilang. Dan rakyat dengan pemerintah bisa bekerja sama,” ucap ibu tiga anak tersebut. Mahmudatul merupakan tokoh wanita yang sangat dikenal di lingkungan masyarakat Renokenongo, Kecamatan Porong. Sebab, dia menjabat kepala desa selama delapan tahun. Dia lengser setelah masa jabatannya ditambah delapan bulan. ”Itu akhir jabatan saya,” ucap perempuan kelahiran 1969 tersebut.

Semoga bisa membawa perubahan bagi sidoarjo saiki dan kedepan…..!!!!

jabat erat!

sidoarjosaiki crew.

~ by sidoarjosaiki on December 17, 2008.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: