Schneider Electric. perusahaan global di bldang pengelolaan energi dan automasi, menggelar acara bertajuk “Solutions World”

Schneider Electric. perusahaan global di bldang pengelolaan energi dan automasi, menggelar acara bertajuk “Solutions World” bertempat di Hotel Shangri-La, Surabaya, Rabu (6/4) kemarin. Di acara ini, selain memamerkan teknologi penunjang efisiensi energi yang terkini dari Schneider Electric, sederetan diskusi interaktif yang mengangkat isu terkini di bidang pengelolaan energi dan automasi juga dihadirkan oleh para pakar energi dari Schneider Electric.

 Country President Schneider Electric Indonesia, Riyanto Mashan, bersama Ir. Rana Yusuf Nasir, pakar energi yang juga menjabat sebagai Core Founder Green Building Council Indonesia dan Board of Governance Ashrae Indonesia Chapter.

Country President Schneider Electric Indonesia, Riyanto Mashan, bersama Ir. Rana Yusuf Nasir, pakar energi yang juga menjabat sebagai Core Founder Green Building Council Indonesia dan Board of Governance Ashrae Indonesia Chapter.


Efisiensi energi merupakan sesuatu yang mutlak dilakukan, antara Iain karena isu kelangkaan energi masih menjadi sebuah kendala besar. Menurut data yang dirilis oleh International Energy Agency, saat ini 1,3 miliar orang di seluruh dunia masih belum memiliki akses terhadap energi, khususnya energi iistrik. Fakta lain menunjukkan bahwa arus urbanisasi, digitalisasi, dan industrialisasi semakin mendorong pengkonsumsian energi yang bertambah tinggi.
Urbanisasi misalnya, di  2050 diperkirakan perkotaan akan menjadi pusat kehidupan sebagian besar warga dunia, yaitu sejumlah 2,5 miiiar jiwa.1 Era digitalisasi juga membutuhkan energi yang begitu besar, dimana di 2020 diprediksi akan ada 50 miliar perangkat yang saling terkoneksi melalui internet.2 Begitu pula dengan arus industrialisasi, yang dipercaya akan menyerap energi 50% lebih besar di 2050.
Di Indonesia sendiri, berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), rasio elektrifikasi nasional baru mencapai sekitar 86%, artinya 14% masyarakat lndonesia beium dapat menikmati berbagai kemudahan yang diperoleh dari adanya aliran listrik.
Di sisi lain, saat penggunaan energi akan terus bertambah dua kali lipat selama 40 tahun ke depan, masyarakat global juga dibebani dengan tanggungjawab untuk mengurangi emisi karbon hingga setengahnya. Untuk mencapai keseimbangan tersebut, dibutuhkan upaya ehsiensi energi sebesar empat kali lipat dari sekarang.
Riyanto Mashan selaku Country President Schneider Electric Indonesia menjelaskan, “Tak dapat dipungkiri bahwa teknologi untuk menjawab kebutuhan efisiensi energi terus mengalami evolusi. Sejalan dengan fenomena Internet of Things (loT) yang saat ini sedang menjadi tren dalam industri IT dan kelistrikan, Schneider Electric akan membantu merealisasikan berbagai bentuk pengelolaan energi yang efisien melalui ragam solusi yang saling terkoneksi satu sama Iainnya.”

 Country President Schneider Electric Indonesia, Riyanto Mashan, bersama Ir. Rana Yusuf Nasir, pakar energi yang juga menjabat sebagai Core Founder Green Building Council Indonesia dan Board of Governance Ashrae Indonesia Chapter.

Country President Schneider Electric Indonesia, Riyanto Mashan, bersama Ir. Rana Yusuf Nasir, pakar energi yang juga menjabat sebagai Core Founder Green Building Council Indonesia dan Board of Governance Ashrae Indonesia Chapter.

Selama 10 tahun terakhir, evolusi teknologi dan penggunaan energi yang begitu cepat mendorong warga dunia untuk memikirkan langkah-Iangkah digitalisasi, dekarbonisasi, dan desentralisasi energi. Dari pengelolaan energi yang tadinya dilakukan secara lokal, kini loT memungkinkan pengelolaan ini menjadi terdistribusi melalui produk-produk yang saling terkoneksi. Akhirnya terkumpul data yang dapat digunakan oleh para pengguna energi, termasuk organisasi atau perusahaan untuk menganalisa penggunaan energi mereka. Untuk mendukung hal ini, Schneider Electric menyediakan
Ir. Rana menggarisbawahi bahwa efisiensi energi pada bangunan lama akan memberikan kontribusi yang lebih tinggi terhadap keseluruhan upaya efisiensi energi di sektor bangunan komersial. Mengingat hal ini bukanlah sesuatu yang mudah, maka lr. Rana menyarankan adanya sebuah fokus yang serius dalam skala nasional untuk melakukan “Deep and Large Efficiency” dimana hal ini harus didukung dengan regulasi dan penegakan hukum yang ielas, keikutsertaan yang bersifat mandatorial, kebijakan insentif yang menarik, hingga sistem rating yang jelas. Tentunya dukungan dan intervensi dari Pemerintah menjadi sesuatu yang mutlak.
Menurut lr. Rana, loT memegang peranan penting untuk mewujudkan efisiensi tersebut. Pengelolaan energi dengan sistem yang cerdas dan saling terhubung sangatlah bermanfaat, misalnya untuk memonitor dan mengontrol database Energy Efficiency index sehingga memberikan peluang besar untuk mengevaluasi dan mengambil langkah paling tepat dan sesuai untuk mencapai efisiensi energi.
Pada acara ini, para undangan dapat melihat langsung solusi manajemen energi yang dimiliki Schneider Electric untuk menunjang efisiensi energi pada bangunan, salah satunya adalah Smart Panel. sebuah inovasi terintegrasi yang secara cerdas tergabung dengan kemampuan untuk mengukur, mengontrol dan mengomunikasikan pemakaian energi dalam sebuah bangunan. Selain menyederhanakan kegiatan operasional sehari-hari, solusi ini juga mengeliminasi kesalahan yang sering terjadi pada pengumpulan data yang dilakukan secara tradisional atau manual.

~ by sidoarjosaiki on April 10, 2016.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: